Sunday, May 4, 2014

PENELITIAN DOKTORAL S3 HUBUNGI NOMOR 08129 4635 021





A. PENGERTIAN PENELITIAN
   Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata penelitian diartikan sebagai pemeriksaan yang teliti atau penyelidikan; kata penyelidikan diartikan sebagai pemeriksaan atau pengusutan, dan kata menyelidiki berarti memeriksa dengan teliti, mengusut dengan cermat, atau menelaah (mempelajari) dengan sungguh-sungguh. Dengan pengertian demikian maka kata penelitian dan penyelidikan dianggap bersinonim.
   Kata penelitian atau penyelidikan tersebut digunakan sebagai padanan kata research dalam bahasa Inggris. Kata research, berasal dari kata re yang berarti kembali dan to search yang berarti mencari. Dengan demikian, secara harfiah, arti dari research adalah mencari ketnbali dan terjernahan dari kata research adalah riset.

Analisis Data Penelitian dengan Statistik
    Penelitian adalah penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu/ masalah dengan perlakuan tertentu (seperti memeriksa, mengusut, menelaah, dan mempelajari secara cermat dan sungguh-sungguh) sehingga diperoleh sesuatu (seperti mencapai kebenaran, memperoleh jawaban atas masalah, pengembangan ilmu pengetahuan, dan sebagainya).
    Dari arti penelitian di atas, terlihat bahwa penelitian memiliki beberapa komponen, yaitu
1. ada rasa ingin tahu dari manusia,
2. ada sesuatu/masalah,
3. ada proses atau usaha untuk menyelesaikan sesuatu/masalah, dan
4. ada hasilnya, seperti mencapai kebenaran.
B. JENIS-JENIS PENELITIAN
   Penelitian dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteriakriteria tertentu, hasil/alasan yang diperoleh, bidang yang diteliti, tempat penelitian, teknik yang digunakan, keilmiahannya, dan spesialisasi bidang garapan.
1. Jenis Penelitian Berdasarkan Hasil/Alasan yang Diperoleh
   Berdasarkan atas hasil/alasan yang diperoleh, penelitian dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut.
a. Penelitian Dasar (Basic Research)
Penelitian dasar adalah penelitian yang mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan secara tidak langsung dapat digunakan.
b. Penelitian Terapan (Applied Research)
Penelitian terapan adalah penelitian yang mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang jauh lebih baik, iebih efektif, dan efisien.
2. Jenis Penelitian Berdasarkan Bidang yang Diteliti
   Berdasarkan bidang yang diteliti, penelitian dibedakan atas dua, yaitu sebagai berikut
a. Penelitian Sosial
Penelitian sosial adalah penelitian yang secara khusus meneliti bidang sosial, seperti ekonorni, pendidikan, hukum, dan sebagainya.
b. Penelitian Eksakta
Penelitian eksakta adalah penelitian yang secara khusus meneliti bidang eksakta, seperti kimia, fisika, dan sebagainya.
3. Jenis Penelitian Berdasarkan Tempat Penelitian
   Berdasarkan tempat penelitian, penelitian dibedakan atas tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Penelitian Lapangan- (Field Research); Penelitian lapangan adalah penelitian yang langsung dilakukan di lapangan atau pada responden.
b. Penelitian Kepustakaan (Library Research); Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan), baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari peneliti terdahulu.
c. Penelitian Laboratorium (Laboratory Research); Penelitian laboratorium adalah penelitian yang dilaksanakan pada tempat tertentu (laboratorium) dan biasanya bersifat eksperimen atau percobaan.
4. Jenis Penelitian Berdasarkan Teknik yang Digunakan
   Berdasarkan teknik yang digunakan, penelitian dibedakan alas dua, yaitu sebagai berikut.
a. Penelitian Survei (Survey Research); Penelitian survei adalah penelitian dengan tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel-variabel yang diteliti.
b. Penelitian Percobaan (Experiment Research); Penelitian percobaan adalah penelitian yang melakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel-variabel yang diteliti.
5. Jenis Penelitian Berdasarkan Keilmiahannya
a. Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah penelitian yang dalam pelaksanaannya menggunakan kaidah-kaidah ilmiah, artinya pokok pikiran yang dikemukakan disimpulkan melalui suatu prosedur yang sistematis dengan mempergunakan pembuktian yang meyakinkan (ilmiah).
Penelitian ilmiah didasarkan atas logika, terorganisasi, dan teliti dalam identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan yang valid. Bukan atas dasar tebak-tebak, pengalaman, dan intuisi semata.
Kadar (tinggi-rendahnya) mutu ilmiah suatu penelitian ilmiah dapat diukur dengan dua kriteria. yaitu
1) kemampuannya untuk memberikan pengertian tentang masalah yang diteliti sehingga jelas;
2) kemampuannya untuk meramalkan, artinya sampai di mana kesimpulan yang sama dapat dicapai, apabila data yang sama ditemukan di tempat/ waktu lain.
Ciri-ciri penelitian ilmiah, adalah sebagai berikut.
1) Purposiveness, memiliki fokus tujuan yang jelas.
2) Rigor, teliti dan memiliki dasar teori dan desain metodologi yang baik.
3) Testability, prosedur pengujian hipotesis jelas.
4) Replicability, pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau kasus sejenis lainnya.
5) Objectivity, berdasarkan atas fakta dari data aktual, bukan penilaian yang subjektif dan emosional.
6) Generalizability, semakin luas ruang lingkup penggunaan hasil penelitian semakin berguna.
7) Precision, mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat.
8) Parsimony, kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.

b. Penelitian Nonilmiah
Penelitian nonilmiah adalah penelitian yang dalam pelaksanaannya tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah yang ilmiah.

6. Jenis Penelitian Berdasarkan Bidang (Ilmu) Garapannya
   Berdasarkan spesialisasi bidang (ilmu) garapannya, penelitian dibedakan atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.
a. Penelitian Bisnis
Penelitian bisnis adalah penelitian yang dilaksanakan dalam bidang bisnis, seperti berikut.
1) Akunting, contohnya prosedur, praktik, dan sistem pengendalian anggaran, metode pembiayaan, inventori, depresiasi, transfer pricing, dan sebagainya.
2) Keuangan, contohnya operasi lembaga keuangan, rasio-rasio keuangan, merger dan akuisisi, dan sebagainya.
3) Manajemen, contohnya sikap dan perilaku karyawan, manajemen SDM, manajemen produksi/operasi, perumusan strategi, sistem informasi, dan sebagainya.
4) Pemasaran, contohnya citra produk, perikianan, distribusi, penentuan harga, kemasan, preferensi konsumen, pengembangan produk baru, dan sebagainya.
Analisis Data Penelitian dengan Statistik
b. Penelitian Komunikasi
Penelitian komunikasi adalah penelitian yang dilaksanakan dalam bidang komunikasi, seperti:
1) komunikasi massa,
2) komunikasi bisnis,
3) kehumasan (PR), dan
4) periklanan.
c. Penelitian Hukum
Penelitian hukum adalah penelitian yang dilaksanakan dalam bidang hukum, seperti:
1) hukum perdata,
2) hukum pidana,
3) hukum tata negara, dan
4) hukum internasional.
d. Penelitian Pertanian

Penelitian pertanian adalah penelitian yang dilaksanakan dalam bidang pertanian, seperti:
1) agrobisnis,
2) budi daya tanaman,
3) hama tanaman, dan
4) agronomi.
e. Penelitian Ekonomi

Penelitian ekonomi adalah penelitian yang dilaksanakan dalam bidang ekonomi, seperti:
1) ekonomi mikro,
2) ekonomi makro, dan
3) ekonomi pembangunan.

7. Jenis Penelitian Berdasarkan Tingkat Eksplanasinya
   Berdasarkan tingkat eksplanasinya (tingkat penjelasan), penelitian dibedakan atas tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
a. Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai dari suatu variabel, dalam hal ini variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan.dengan variabel lain. Penelitian ini hanya menggunakan satu sampel.
b. Penelitian Komparatif
Penelitian komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan nilai satu variabei dengan variabel lainnya dalam waktu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan lebih dari satu sampel.

c Penelitian Hubungan
Penelitian hubungan adalah penelitian yang dilakukan untuk menggabungkan antara dua variabel atau lebih. Melalui penelitian ini akan dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu fenomena. Penelitian ini menggunakan lebih dari satu sampel.
   Berikut ini dijelaskan secara singkat beberapa jenis penelitian secara umum.
1. Penelitian Survei
   Penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah.
   Dalam penelitian survei ini, dilakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal-hal yang telah dilakukan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa mendatang. Penelitian dilakukan terhadap sejumlah individu atau unit, baik secara sensus maupun dengan sampel.
Jenis penelitian survei adalah sebagai berikut.
a. Penelitian Penjajakan (Eksploratif)
Penelitian penjajakan ini sifatnya terbuka, masih mencari-cari. Pengetahuan peneliti tentang masalah yang akan diteliti masih terlalu tipis untuk dapat melakukan studi deskriptif.
Contoh-contoh mengenai pertanyaan studi penjajakan ini adalah sebagai berikut.
1) Apakah yang paling mencemaskan Anda pada akhir-akhir ini?
2) Hal-hal penting apakah yang mencemaskan Anda tentang negeri Anda?
3) Menurut Anda, bagaimana cara pengasuhan anak yang baik?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut belumlah jelas diketahui jika belum terkumpul sejumlah jawaban.
b. penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, termasuk tentang hubungan, kegiatan, sikap, pandang, serta proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena.
Jadi, penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mengukur secara cermat fenomena-fenomena masyarakat (sosial) tertentu, misalny a perceraian, pengangguran, keadaan gizi, preferensi terhadap politik tertentu, dan lain-lain.
Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan konsep dan menghimpun fakta tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis.
c. Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluatif mencoba mencari jawaban, sampai seberapa jauh tujuan yang digariskan pada awal program tercapai atau mempunyai tanda-tanda akan tercapai.
Secara umum, terdapat dua jenis evaluasi, yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif biasanya melihat dan meneliti pelaksanaan program sedangkan evaluasi sumatif biasanya dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur apakah tujuan program telah tercapai.
d. Penelitian Eksplanatif (Penelitian Penjelasan)
Penelitian eksplanasi merupakan penelitian yang menggunakan data yang sama, di mana peneliti menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.
e. Penelitian Prediksi
Penelitian prediksi digunakan untuk meramalkan keadaan atau fenomena sosial tertentu, seperti pendapat umum mengenai keadaan sosial dan politik, pendapat umum mengenai pelaksanaan hukuman mati, dan lain-lain. Di samping itu, penelitian prediksi juga digunakan untuk mengadakan proyeksi penduduk. Proyeksi tersebut tidak hanya memuat asumsi-asumsi mengenai jumlah penduduk tetapi juga mencakup perubahan fasilitas, moralitas, struktur umur, komposisi seks, dan lain-lain.
f. Penelitian Pengembangan Sosial
Penelitian pengembangan Indikator sosial dikembangkan berdasarkan survei-survei yang dilakukan secara berkala. Sebagai contoh, BPS menerbitkan buku, antara lain: (1) Indikator Kesejahteraan Re-yat, (2) Indikator Pemerataan Pendapatan; Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Indonesia, 1976-1985.

No comments:

Post a Comment